Kamis, 06 Mei 2010
FALSAFAH PERUSAHAAN
Sebagai perusahaan publik, Bentoel Group selalu berkomitmen penuh untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan pada setiap aspek bisnis di semua jajaran Perseroan. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) bertujuan agar organ Perseroan dalam menjalankan tugasnya yang senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku.
Beberapa hal penting terkait dengan implementasi praktik GCG adalah telah diselesaikannya penyusunan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang bertujuan untuk mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien melalui pemberdayaan fungsi dan peningkatan kemandirian organ Perseroan. Selain hal tersebut Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) terhadap pelaksanaan GCG pada tahun berjalan dengan hasil baik.
VISI DAN MISI PERUSAHAAN BENTOEL GROUP
Visi adalah apa yang perusahaan inginkan di masa depan. Visi dapat memberikan aspirasi dan motivasi disamping memberikan panduan atau rambu-rambu dalam menyusun strategi. Sedangkan misi mengandung tujuan pokok perusahaan, dan misi juga merupakan visi dari si pendiri perusahaan. Misi
perusahaan adalah sebuah ekspresi dari ambisi untuk mengembangkan perusahaan.
Pernyataan misi yang efektif adalah mendefinisikan bisnis dari tiap group kecil dalam organisasi. Pernyataan tersebut akan membuat para karyawan lebih mengerti mengenai tujuan mereka. Sebagai contoh, satu group mungkin menjual aplikasi kepada klien, yang lain mungkin menjual logical data modeling kepada pengembang aplikasi.
Misi sangat membantu dalam mengembangkan perusahaan, diantaranya :
1. Memberikan arah
2. Memfokuskan langkah – langkah yang akan diambil
3. Objektif, targets dan program perusahaan dirancang berdasarkan misi yang sudah dibentuk
4. Membantu karyawan – karyawan pada tingkat apapun untuk mengerti arah mana yang harus diambil atau melangkah
5. Membimbing aksi dalam berbagai tingkat
6. Membantu mencegah karyawan agar tidak salah melangkah
Pernyataan visi yang efektif adalah menggambarkan secara jelas gambaran dari perusahaan yang ingin dikembangkan. Visi digunakan sebagai pemandu untuk merubah hal – hal yang berhubungan dengan perusahaan. Visi menjelaskan pada karyawan kemana kita akan menuju. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas kemana kita akan melangkah, contoh pernyataan visi yang efektif adalah “Jika kita ingin bersaing pada taraf internasional, perusahaan ini diharapkan untuk …….”
Pada area yang kosong dapat digunakan untuk menggambarkan detail – detailnya.
Karakteristik Visi dan Misi Yang Strategis
Menentukan visi dan misi tidaklah sembarang. Kita tahu bahwa visi dan misi sangat menentukan arah perjalanan sebuah perusahaan. Maka dari itu untuk menentukan visi dan misi tidak boleh “asal jadi”. Sedikit saja salah dalam menentukan visi maupun misi maka arah perusahaan akan bergerak tidak sesuai
dengan keinginan kita.
Ada beberapa strategi dalam menentukan visi, yaitu :
1. Mengidentifikasikan aktivitas perusahaan berdasarkan impian yang ingin dikejar
2. Menetapkan arah yang jauh ke depan (pandangan masa depan)
3. Menyediakan gambaran besar yang menggambarkan siapa "kita", apa
yang "kita" lakukan, dan kemana "kita" mengarah
Sedangkan strategi dalam membentuk misi adalah :
1. Menetapkan perusahaan menjadi bagian – bagian yang kecil
2. Membangun rasa yang kuat terhadap identitas perusahaan dan tujuan bisnis
Seorang pemimipin yang strategis akan selalu mulai dengan :
1. Konsep yang harus dan tidak harus dilakukan oleh perusahaan
2. Visi ke mana perusahaan akan melangkah
Pada perusahaan bentoel group Visi, Misi, Nilai Perusahaan dan Strategi Korporasi merupakan komponen dari The Winning Formula (TWF) yang disusun berdasarkan cetak biru perusahaan yaitu Bentoel Strategic Scenario (BSS). BSS merupakan landasan dalam menyusun rencana jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek supaya rencana dan pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
Visi
Menjadi perusahaan besar yang terpandang, menguntungkan dan memiliki peran dominan dalam industri rokok domestik.
Misi
Menyediakan produk-produk inovatif bermutu tinggi yang memenuhi, bahkan melebihi harapan konsumen sekaligus memberikan manfaat bagi semua Stakeholder.
Strategi Korporasi
- Membangun kompetensi SDM
- Mendisain ulang dan mentransformasi bisnis
- Mendorong kualitas ke seluruh organisasi
- Mengembangkan portofolio produk untuk memenuhi kebutuhan pasar
- Meningkatkan perolehan keuntungan
Dalam rangka mewujudkan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan melalui strategi perusahaan yang telah ditetapkan, setiap individu Perseroan dituntut untuk dapat melakukan perubahan pola pikir di dalam melihat bisnis Perseroan secara keseluruhan. Oleh karena itu Paradigma Bisnis Baru (New Business Paradigm) sebagai pola dasar bagi seluruh karyawan di dalam melakukan perubahan-perubahan pola pikir telah ditetapkan untuk memberikan acuan yang sama bagi seluruh karyawan.
Implementasi dari TWF dan New Business Paradigm diwujudkan menjadi The Business Success Model (BSM) yang terdiri dari 3 elemen yaitu Key Performance Targets, Strategic Indicators & Strategic
Target Initiatives, dimana ketiga elemen inilah yang dipergunakan untuk menyusun Sasaran Opersional Tahunan Perseroan yang selanjutnya diuraikan di dalam kesepakatan karya (KK) setiap karyawan Perseroan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
sumber : http://id.shvoong.com/business-management
http://bentoel.co.id
KULTUR PERUSAHAAN
BP sebagai rantai yang mengikat ujung-ujung tombak sehingga hal tersebut mengarahkan segala kekuatan menjadi satu tujuan terasa benar-benar kekuatannya.
Perkembangan Budaya Perusahaan
1. Budaya perusahaan adalah hal-hal yang dikerjakan dalam satu perusahaan.
2. Budaya perusahaan adalah asumsi-asumsi dasar.
3. Rekayasa budaya perusahaan sebagai alat untuk meraih kemajuan, Budaya perusahaan sebagai andalan daya saing.
4. Budaya perusahaan bagian dari strategi perusahaan dalam meraih kemajuan.
Contohnya pada budaya perusahaan Bentoel Group
Nilai-nilai Perusahaan
- Karyawan adalah aset utama perusahaan
- Profesionalisme harus dimiliki oleh setiap karyawan
- Inovasi merupakan kunci untuk meraih sukses masa depan
- Kerjasama tim adalah kekuatan kita
- Keunggulan harus menjadi budaya kerja kita
Dalam rangka mewujudkan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan melalui strategi perusahaan yang telah ditetapkan, setiap individu Perseroan dituntut untuk dapat melakukan perubahan pola pikir di dalam melihat bisnis Perseroan secara keseluruhan. Oleh karena itu Paradigma Bisnis Baru (New Business Paradigm) sebagai pola dasar bagi seluruh karyawan di dalam melakukan perubahan-perubahan pola pikir telah ditetapkan untuk memberikan acuan yang sama bagi seluruh karyawan.
NILAI SUATU PERUSAHAAN
Bangunan yang berdiri kokoh berpuluh-puluh tahun, tahan diterpa berbagai bencana memiliki pondasi yang kuat. Bagi organisasi, pondasi itu adalah misi dan nilai-nilai yang secara akurat didefinisikan, dimengerti olah semua anggotanya dan didukung penerapannya dengan imbalan positif bagi yang melaksanakan dan imbalah negatif bagi yang melanggar.
Ungkapan misi dan nilai-nilai suatu organisasi mempunyai peranan penting sebagai pondasi yang kokoh, namun seringkali organisasi terjebak dengan definisi misi yang di awang-awang sehingga fungsi pemberi petunjuk yang diharapkan tidak terjadi.
Suatu ungkapan misi dan nilai-nilai yang baik harus jelas dan nyata. Misi menjelaskan arah organisasi sementara Nilai-nilai menjelaskan sikap dan tindak tanduk yang akan membawa organisasi sampai ke arah tersebut.
Tentang Misi
Misi yang efektif umumnya menjawab pertanyaan, 'Bagaimana cara Anda untuk berhasil dalam bisnis?' menuntut Anda untuk membuat pilihan tentang segmen pasar, investasi dan sumber daya dan menghindari perangkap mencoba menjadi segalanya untuk semua orang setiap saat. Anda dipaksa untuk menjawab dengan jelas kekuatan dan kelemahan organisasi agar dapat berbisnis dengan menguntungkan dalam peta bisnis yang sangat kompetitif saat ini.
Misi yang efektif memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana cara mencapai keuntungan sekaligus memberikan inspirasi bahwa Anda menjadi bagian dari suatu yang besar dan penting, sehingga mempunyai kekuatan untuk membangkitkan gairah dan memotivasi untuk melakukan hal-hal yang ekstra.
Tentang Nilai-nilai
Nilai-nilai adalah sikap dan tingkah laku yang harus di terapkan untuk mencapai misi. Kalau membuat misi adalah tanggung jawab pimpinan puncak, nilai-nilai sebaiknya dibuat dengan melibatkan semua pegawai. Bagi perusahaan yang besar dengan pegawai yang sangat banyak, teknologi intranet dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan. Mendapatkan banyak input dapat memberikan lebih banyak ide dan pemikiran, serta membangun komitmen yang jauh lebih besar.
Di dalam membangun nilai-nilai perusahaan IBM di tahun 2004 mengundang semua pegawai untuk memberikan masukan melalui suatu jam session dengan memanfaatkan intranet. 56.000 pegawai memberikan masukannya yang setelah melalui beberapa literasi akhirnya sampai pada IBM Value sebagai berikut :
Tentunya masing-masing nilai di atas membutuhkan penjelasan dan interpertasi lebih lanjut. Dan kami melakukannya terus menerus melalui rapat, sesi penilaian kinerja dan berbagai komunikasi lainnya.
Langkah-langkah untuk Menghidupkan Misi dan Nilai-nilai
Untuk membuat nilai-nilai menjadi bermakna, perusahaan harus memberikan penghargaan bagi mereka yang bersikap sesuai nilai-nilai tersebut dan “menghukum” mereka yang tidak menunjukan sikap sesuai nilai-nilai perusahaan.
Agar Misi dan Nilai-nilai suatu perusahaan dapat membawa keberhasilan, keduanya harus saling menunjang. Ada banyak kejadian dimana Misi dan Nilai-nilai bercerai dan hancur gara-gara terjadi suatu krisis yang terjadi dalam perjalanan suatu bisnis. Misalnya saja pesaing baru masuk ke pasar dan menurunkan harga. Misi suatu perusahaan yang menyatakan akan bersaing dengan layanan yang prima tiba-tiba dikorbankan demi memberikan harga yang bersaing.
Sangat disadari bahwa mendefinisikan misi yang baik dan membangun nilai-nilai yang mendukungnya membutuhkan komitmen yang tinggi dan akan makan waktu. Sehingga mudah dimengerti mengapa banyak perusahaan tidak memberikan fokus yang cukup disini. Akan tetapi suatu perusahaan akan berkinerja jauh dari potensi maksimumnya apabila misinya tidak jelas dan nilai-nilainya tidak nyata. Jadi, investasikan waktu dan tenaga di sini agar bisnis anda sukses secara berkesinambungan.
http://qbheadlines.com
PENCITRAAN PERUSAHAAN
Pencitraan adalah salah satu aset penting sebuah perusahaan atau organisasi. Pencitraan positif menjadi daya tarik pelanggan atau calon pelanggan untuk kemudian memilih produk atau jasa dari public relations. Tujuannya untuk mendapatkan kepuasaan pelanggan.
Pencitraan perusahaan atau biasa disebut dengan corporate identity merupakan pedoman keseragaman penampilan dan perilaku yang menyatukan seluruh karyawan sehingga memudahkan pelanggan mengingat nama perusahaan dan mengaitkannya dengan suatu atribut atau sifat-sifat tertentu yang disukai. Hasil dari implementasi corporate identity disebut sebagai corporate image.
Untuk membangun corporate identity, dilakukan beberapa tahapan. Diantaranya : Tahap pertama adalah mengajukan pertanyaan seandainya perusahaan kita diwujudkan dalam bentuk manusia, akan jadi seperti apakah dia? Pertanyaan ini mempermudah asosiasi dengan sekian banyak atribut kompleks dan budaya perusahaan yang ada.
Selanjutnya adalah menurunkannya menjadi spirit atau nilai-nilai dan melakukan komunikasi internal. Kita sangat sadar bahwa langkah terpenting adalah membuat karyawan internal memahami dan meyakini identitas yang telah dirumuskan.
Apabila karyawan perusahaan telah memahami identitas ini, barulah identitas diungkapkan atau disampaikan kepada para pelanggan. Cara penyampaian identitas ini dapat dibagi menjadi hal-hal yang tangible (berwujud nyata) dan yang intangible (tidak berwujud nyata). Terakhir, pengukuran melalui riset yang akurat sangat dibutuhkan dalam rangka mencari apakah ada kesenjangan antara corporate identity yang diinginkan dengan hasilnya yang berupa corporate image. Pandangan ini yang nantinya digunakan untuk melakukan perbaikan program corporate identity tahun berikutnya.
contohnya, JTV, Stasiun televisi lokal Jawa Timur, selalu menampilkan logo
perusahaan yang disertai dengan slogan perusahaan. Namun, perusahaan tidak
mensosialisasikan makna dari logo JTV dengan baik. Hal ini menimbulkan
keambiguan terhadap makna logo JTV tersebut. Masyarakat lebih mengenal JTV,
Jawa Pos Media Televisi, sebagai Jawa Televisi atau Jawa Timur Televisi.
Fenomena keambiguan makna logo JTV, yang menunjukkan bahwa
perusahaan tidak mensosialisasikan logo dengan baik, inilah yang melatar
belakangi penelitian yang berjudul `Makna Logo JTV Surabaya Terhadap
Pencitraan Perusahaan?. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu
pemaknaan logo JTV terhadap pencitraan perusahaan
Penelitian yang dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif
ini, memperoleh hasil bahwa melalui pemaknaan secara keseluruhan terhadap
logo dan slogan yang melekat dari logo JTV, maka diperoleh Citra JTV yang
ingin dicerminkan melalui pemaknaan logo secara keseluruhan adalah stasiun
televisi lokal Jawa Timur, yang memiliki sifat orang Jawa Timur seperti menyukai
kedamaian dan ketenangan, berani dan nakal, yang menjadi semangat bagi
perusahaan untuk tetap kokoh dan stabil serta menjadi perusahaan global.
Senin, 01 Maret 2010
RISET AKUNTANSI
Pengertian RISET/PENELITIAN
Riset berasal dari bahasa Inggris, research, menurut The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1961) ialah penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan.
Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) riset adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.
Ciri-ciri riset adalah sebagai berikut, yaitu bahwa riset: (Abisujak, 1981)
1. Dilakukan dengan cara-cara yang sistematik dan seksama.
2. Bertujuan meningkatkan, memdofikasi dan mengembangkan pengetahuan (menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan)
3. dilakukan melalui pencarian fakta yang nyata
4. dapat disampaikan (dikomunikasikan) oleh peneliti lain
5. dapat diuji kebenarannya (diverifikasi) oleh peneliti lain
Dalam bahasa Indonesia, padanan kata riset sering digunakan istilah “penelitian”.
Penelitian didefinisikan sebagai: “Suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dan usaha-usaha itu dilakukan dengan metode ilmiah” (Sutrisno Hadi, 2001).
PENGERTIAN AKUNTANSI
Dalam dunia usaha, dunia pendidikan, dunia perbankan, dunia bisnis dan lain jenis usaha tentunya kita sudah tak asing lagi dengan kata akuntansi, sebagai blog yang bersifat sharing informasi atau berbagi informasi seputar akuntansi, saya memberikan beberapa informasi tentang pengertian akuntansi, dimana pengertian akuntansi atau definisi akuntansi ini selalu berubah mengikuti perubahan dan perkembangan dunia bisnis.
Kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertangung jawabkan dan kata accountancy yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan sesuatu yang dikerjakan oleh akuntan ( accountant )
Definisi akuntansi ini dimuat dalam accounting terminilogiy bulletin sebagai berikut :
Akuntansi : seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, penggolongan dan penyajian secara sistematik informasi yang dapt dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi dan peristiwa yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan sebagai dasar penyusunan laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggung jawaban keuangan dan lainya.
Definisi akuntansi berikut ini sebagaimana dimuat di dalam statements of accounting principles board no 4 thn (1970) sebagai berikut :
Akuntansi adalah merupakan kegiatan penyediaan jasa, fungsinya adalah memyediakan informasi kuntitafif tentang unit-unit usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan, yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomik.
Jadi dari pengertian akuntasi tersebut sebagai untuk mencapai tujuan yaitu memyediakan informasi keuangan badan usaha yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari RISET AKUNTANSI adalah suatu cara yang digunakan para peneliti untuk bisa mengembangkan pengetahuan mengenai informasi-informasi yang berhubungan dengan laporan keuangan.
Selasa, 03 November 2009
Persamaan dan Perbedaan Etika Profesi Akuntansi dengan Etika Profesi Yang Lainnya
Akuntan Pemerintahan adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi pemerintahan, yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap pertanggung jawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggung jawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Meskipun terdapat banyak akuntan yang bekerja di instansi pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Instansi Pajak.
Akuntan Manajemen Perusahaan atau Akuntan Intern ialah bekerja pada sebuah perusahaan dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan mengenai investasi jangka panjang, menjalankan tugas sebagai akuntan yang mengatur pembukuan dan pembuatan ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau membuat sistem akuntansi perusahaan. Peran akuntan menajemen sangatlah besar karena dapat membantu pihak manajemen dalam menginterprestasikan data akuntansi yang ada dalam suatu perusahaan, dalam hal ini profesionalisme akuntan sangatlah menentukan untuk mencarikan jalan keluar dalam menghadapi kesulitan yang sedang dialami oleh perusahaan.
Akuntan Pendidik adalah profesi akuntan yang memberikan jasa berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidik yang ada, guna melahirkan akuntan-akuntan yang terampil dan profsional. Profesi akuntan pendidik sangat dibutuhkan bagi kemajuan profesi akuntansi itu sendiri karena ditangan merekalah para calon-calon akuntan dididik. Akuntan pendidik harus ddapat melakukan transfer of knowledge kepada mahasiswanya, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan menguasai pengetahuan bisnis dan akuntansi, teknilogi informasi dan mampu mengembangkan pengetahuannya melalui penelitian.
para etika profesi akuntan dengan etika profesi lainnya memiliki persamaan yaitu mereka memiliki aturan-aturan etika yang harus mereka taati,sehingga para klien mereka merasa senang dan puas atas kerja para profesi yang bersangkutan.dan juga memiliki perbedaan yaitu dalam sistem kerjanya, bisa dilihat dari etika profesi dokter dengan etika profesi akuntan.
etika profesi dokter mereka harus ramah dalam menghadapi para pasiennya terutama anak-anak,sehingga mereka akan merasa senang akan dokter tersebut. beda halnya dengan profesi akuntan, mereka harus tegas dalam mendapatkan sebuah informasi keuangan sehingga mereka dapat memberikan laporan keuangan yang benar dan terpercaya yang akan diberikan kepada penerima.
dalam etika profesi terdapat kode etik yang harus ditaati oleh para profesi, seperti contohnya akuntan publik. akuntan publik sendiri memiliki pengertian akuntan yang memiliki izin dari Menterti Keuangan untuk menjalankan akuntan public. Praltik Akuntan publik adalah pemberian jasa profesional kepda klien yang dilakukan oleh anggota IAI-KAP yang dapat berupa jasa audit, jasa astestasi, jasa akuntansi dan review, perpajakan, perencanaan keuangan perorangan, jasa pendukung litigasi dan jasa lainnya yang diatur dalam standar profesional akuntan publik. mereka memiliki kode etik diantaranya adalah
1. Independensi
dalam menjalankan tugasnya harus mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standarnya.sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in facts) maupun dalam penampilan (in appearance).
2 Intergritas dan obyektivitas
dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus mempertahankan integritas dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiakan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubbordinasikan) pertimbangannya kepada pihak lain.
3. Akuntan Publik harus mematuhi Standar Umum dan Prinsip Akuntansi yang berlaku.
*Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut :1. Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
3. Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
4. Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.
Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.
6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.
Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.
7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.